Era
Globalisai
Sadarkah
kamu? Era globalisasi telah merubah segalanya. Aktivitas bahkan karakter
manusia pun dapat diubahnya, termasuk nasionalisme. Memang perubahan itu tidak
terjadi begitu saja. Namun cobalah berhenti sejenak dan lihatlah realita di
sekitarmu! Pada awalnya, Indonesia memiliki beragam peninggalan budaya dari
nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan dan
dipertahankan oleh penduduk Indonesia sendiri, tetapi pada saat ini budaya
indonesia kurang diperhatikan oleh penduduk. Kini telah banyak yang melupakan
apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi membuat rasa cinta
dan baggga terhadap budaya semakin berkurang. Lama-kelamaan, rasa bangga
terhadap budaya sendiri bisa saja menghilang dan menurunkan kurangnya rasa
memiliki terhadap bangsa sendiri. Ini sangat berdampak negatif bagi jiwa
nasionalisme masyarakat asli Indonesia. Bagaimana mereka bisa menghargai dan
mencintai bangsa sendiri, jika yang mereka hafal adalah profil personil boyband
negara lain, dibanding biografi pahlawan bangsa sendiri.
Terlalu
banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia membuat masyarakat kini telah
berkembang menjadi masyarakat modern.
Pudarnya
budaya asli nenek moyang Indonesia disebabkan oleh rakyat Indonesia sendiri
yang mulai melupakan budaya daerahnya sendiri. Faktanya, di zaman modernisasi
ini banyak generasi muda kita sendiri yang menganggap budaya Indonesia tidak
modern. Tanpa sadar, kita sendirilah yang telah membunuh budaya sendiri.
Alhasil, jiwa nasionalisme pun menjadi pudar.
Rasa memiliki dan cinta terhadap Indonesia pun
mulai berkurang ketika masyarakat mulai menganggap hal- hal yang masuk dari
luar sebagai suatu yang sempurna dan utama. Hal ini membuat banyak generasi
muda kita lebih memilih untuk mempelajari hal- hal dari luar dibanding melestarikan
tradisi nenek moyangnya. Menyadari hal ini, baiklah kita mulai berbenah diri.
Sebagai seorang nasionalis, kita perlu memiliki rasa cinta tanah air. Semua
kekayaan Indonesia haruslah dijaga, bukan ditinggalkan. Jika bukan kita yang
mencintai Indonesia, siapa lagi yang akan menjaga tanah kelahiran kita ini.
By: Vianney Nernere
0 komentar:
Posting Komentar